Perumahan Taman Cibinong Asri RT. 02 RW 19 Kel. Karadenan Kec. Cibinong Kabupaten Bogor

Minggu, 08 September 2013

Cara Sederhana Mengelola Keuangan Keluarga

Masalah keuangan adalah hal yang umum dialami keluarga muda, apalagi di tahun-tahun pertama menjalani kehidupan berumahtangga. Belum lagi si kecil tak lama kemudian hadir di tengah Anda dan pasangan. Benarkah masalahnya terletak dari besar-kecilnya pendapatan keluarga?

“Seringkali masalahnya bukan terletak pada penghasilan yang kurang, tapi kebiasaan yang salah dalam mengelola uang,” ungkap Ligwina Hananto, ahli perencanan keuangan dalam sebuah acara Ayahbunda beberapa waktu lalu. Ternyata, dalam kenyataan, seorang ayah yang berpenghasilan ratusan juta rupiah bisa mengalami shock ketika menemukan uangnya tinggal Rp. 500.000,00 sebelum akhir bulan.

Ligwina memberikan beberapa kunci untuk mengelola keuangan secara sederhana:
  1. Pahami portfolio keuangan keluarga Anda. Jangan sampai Anda tak tahu isi tabungan, jumlah tagihan listrik, telepon, servis mobil, belanja, biaya periksa dokter dan lainnya. Anda harus tahu berapa hutang kartu kredit, pinjaman bank atau cicilan rumah dan mobil.
  2. Susun rencana keuangan atau anggaran. Rencana keuangan yang realistis membantu Anda bersikap obyektif soal pengeluaran yang berlebihan. Tak perlu terlalu ideal, sehingga lupa kebutuhan diri sendiri. Tak ada salahnya memasukkan kebutuhan pergi ke salon, spa atau clubbing. Yang penting, anggarkan jumlah yang realistis dan Anda pun harus patuh dengan anggaran tersebut.
  3. Pikirkan lebih seksama pengertian antara “butuh” dan “ingin”. Tak jarang kita membelanjakan uang untuk hal yang tak terlalu penting atau hanya didorong keinginan, bukan kebutuhan. Buatlah daftar berupa tabel yang terdiri dari kolom untuk item belanja, kebutuhan dan keinginan. Setelah mengisi kolom item belanja, isilah kolom “kebutuhan” dan “keinginan” dengan tanda cek (V). Dari sini pertimbangkan dengan lebih matang, benda atau hal yang perlu Anda beli/penuhi atau tidak.
  4. Hindari hutang. Godaan untuk hidup konsumtif semakin besar. Tapi bukan berarti dengan mudah Anda membeli berbagai benda secara kredit. Tumbuhkan kebiasaan keuangan yang sehat dimulai dari yang sederhana, seperti tak memiliki hutang konsumtif.
  5. Meminimalkan belanja konsumtif. Bertemu teman lama untuk bertukar pikiran di kafe terkadang memang perlu, tapi tak berarti Anda harus melakukannya di setiap Jumat sore. Anda bisa gunakan pengeluaran ini untuk menabung atau memenuhi kebutuhan lain.
  6. Tetapkan tujuan atau cita-cita finansial. Susun target keuangan yang ingin Anda raih secara berkala, bersama pasangan. Tetapkan tujuan spesifik, realistis, terukur dan dalam kurun waktu tertentu. Tujuan ini membantu Anda lebih fokus merancang keuangan. Misalnya, bercita-cita punya dana pendidikan prasekolah berstandar internasional dan sebagainya.
  7. Menabung, menabung, menabung. Ubah kebiasaan dan pola pikir. Segera setelah menerima gaji, sisihkan untuk tabungan dalam jumlah yang telah Anda rencanakan sesuai tujuan atau cita-cita finansial keluarga Anda. Sebaiknya, Anda memiliki rekening terpisah untuk tabungan dan kebutuhan sehari-hari.
  8. Berinvestasilah! Tentu Anda tak akan puas dengan hanya menunggu tabungan membumbung. Padahal cita-cita Anda untuk keluarga “selangit”. Inilah saat yang tepat untuk juga memikirkan investasi. Kini bentuknya macam-macam. Takut akan risiko investasi?! Tak perlu khawatir, Anda hanya perlu belajar pada ahlinya. Konsultasikan keuangan Anda dengan ahli keuangan yang handal!
sumber: www.ayahbunda.co..id

Sabtu, 24 Agustus 2013

Warga Taman Cibinong Asri RT. 02/19 Gelar Lomba Meriahkan HUT Kemerdekaan RI





Anak-anak warga Perumahan Taman Cibinong Asri RT. 02/19, Karadenan, Cibinong Kab. Bogor mengikuti berbagai lomba memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-68 di lapangan badminton perumahan TCA Blok F, Sabtu (17/8).

Jumat, 23 Agustus 2013

Silaturahim Dorong Solidaritas


Fakta silaturahim bukan sekedar saling berkunjung dan meminta maaf, lebih dari itu, menurut Pimpinan Yayasan Pendidikan Islam Arrahmaniyah Tangerang Ustaz Abdul Rojak MA, adalah eksistensi hubungan antarindividu yang kuat, sehingga memunculkan rasa solidaritas dan sensitivitas sosial. "Ada keterikatan batin antara satu individu dan lainnya , "katanya kepada wartawan Republika. Berikut kutipan lengkap pembicaraan antarkeduanya seputar silaturahim: Apa hakikat silaturahim? Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, barang siapa yang ingin luas rezeki dan panjang umur, harus menghubungkan tali silaturahim.

Senin, 07 Januari 2013

REFRESHING... jalan-jalan ke gunungpancar



Mengisi waktu luang, liburan dengan jalan-jalan atau rekreasi apalagi dilakukan bersama keluarga adalah bagian dari gaya hidup yang sehat.

Seperti yang kami lakukan warga Taman Cibinong Asri RT. 02 RW. 19, jalan-jalan bersama, hanya 1 hari dan itupun tidak seluruh warga ikut serta. Walaupun hanya jalan-jalan naik motor dan tidak jauh ke Gunung pancar saja, tetapi banyak manfaat yang kami rasakan selama itu. Gelak tawa, canda, silaturrahim itu saja akan menyehatkan.

Dari awal keberangkatan saja suasana sudah sangat menyenangkan, apalagi setelah keadaan semakin cair, ada saja tingkah polah, komentar, yang membuat kami tertawa terkekeh-kekeh. “Apakah ini tidak menyehatkan?”, aliran darah anda akan dilimpahi oleh hormone kebahagiaan endorphin pasti akan mengakibatkan banyak perubahan pada mental, emosi anda, Stres anda akan hilang,

Melihat hutan lebat, dedaunan yang hijau serta mendengar gemericik air , merdunya kicauan burung di alam liar, pasti akan memberikan ketenangan,kesejukan dalam pikiran serta jiwa anda.

Rekreasi, jalan-jalan tidak hanya dapat mereduksi stress, memperbaiki kesehatan anda. Rekreasi juga mengurangi kebosanan, kejenuhan dari rutinitas yang anda lakukan selama ini. Karena itu, saat anda punya waktu kosong, liburan, jalan-jalan dengan keluarga  sebaiknya anda biasakan. Banyak manfaat yang anda dapatkan dari kegiatan berlibur itu. Liburan, jalan-jalan dengan keluarga juga tidak harus mahal, didekat rumah bila ada taman misalnya anda bisa berkegiatan disana.  Jangan pernah ragu mengeluarkan seidkit biaya untuk rekreasi, jalan-jalan itu, apalagi bersama keluarga. Itu adalah bagian dari investasi anda untuk tetap sehat. (inspirasi kompas.com)